Selasa, 26 Oktober 2010

YA HAYYU YA QAYYUM

YA HAYYU YA QAYYUM, LAA
ILAAHA ILLA ANTA (41
x perhari)

Hati nurani yang hidup menjadi
guru penuntun perbuatan manusia.
Hati nurani yang mati, membuat
manusia lebih mengedepankan
penggunaan akal. Apabila akal
menjadi penguasa satu-satunya,
manusia cenderung tidak bijaksana.
Nafsu, ego dan keinginanlah yang
akan dominan dan kepentingan
orang lain akan terabaikan.
Maka, hidupkanlah hati nurani.
Masalahnya, tidak mudah
menghidupkan hati nurani–yang
merupakan tempat Tuhan
memberikan pengajaran kepada
setiap manusia. Perlu tekad/niat
yang kuat serta latihan. Latihan yang
biasa saya jalankan adalah:
LAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK
KAMU SENANGI. DAN JANGAN
LAKUKAN PERBUATAN YANG
CENDERUNG KAMU SUKAI.
Contohnya: Saat saya ingin keluar
rumah, maka saya malah sengaja
melawan keinginan tersebut dan
tidak keluar rumah. Saat saya ingin
tidur karena mengantuk, maka saya
justeru melawannya dengan sholat.
Saat dompet saya sedang kosong,
maka saya justeru
menyumbangkan sedikit uang yang
ada untuk orang fakir miskin.
Hakikat laku tirakat sebenarnya
adalah PENGENDALIAN DIRI. Yaitu
mampu tidak mengutamakan diri
sendiri yang diliputi oleh NAFSU,
EGO dan KEINGINAN. Namun lebih
mengutamakan orang lain,
mengutamakan kepentingan
masyarakat, mengutamakan
kepentingan Tuhan Yang Maha
Kuasa. Para nabi/rasul/utusan
Tuhan adalah contoh yang sangat
baik bagaimana mereka yang
mampu MENGENDALIKAN/
MENGALAHKAN/ MENUNDUKKAN
kepentingan diri sendiri dan
mengutamakan UMAT/
MASYARAKAT/ ORANG LAIN.
Sehingga hidupnya MEMBAWA
BANYAK MANFAAT untuk sesama.
Suka menolong dan membantu
makhluk-Nya yang menderita,
lemah, tersingkir, tidak diperhatikan.
Bila amal kebajikan ini telah menjadi
bagian utama laku syariat perbuatan
kita, maka itulah saat kita bermakrifat
yakni diri sendiri sudah ditundukkan,
dan diri-Nya yang akan hadir. Gusti
Allah akan manunggal di dalam
“aku” kita. Allah menjadi tangan,
kaki, mulut, telinga dan seluruh
perbuatan kita adalah perbuatan-
NYA.
Terakhir, ini ada kiat untuk
menghidupkan mata hati. Al Kattani,
seorang sufi berkata: Aku bermimpi
bertemu Rasulullah SAW dan aku
memohon padanya, berdoalah
kepada Allah agar DIA tidak
mematikan hatiku. Rasulullah
bersabda; ucapkan EMPAT PULUH
SATU KALI SETIAP HARI, YA HAYYU
YA QAYYUM LAA ILAAHA ILLA
ANTA, maka Allah akan
menghidupkan hatimu.
Abu Yazid al Bisthamu
meriwayatkan: aku bermimpi
bertemu dengan Allah SWT, lantas
aku bertanya kepada-Nya:
Bagaimana aku menempuh jalan
kepada-MU? Allah berfirman:
TINGGALKAN DIRIMU DAN
KEMARILAH”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar